Konsumsi vitamin C memang disarankan untuk menjaga stamina tubuh dan memperbaiki sel-sel rusak. Namun, pengasupan sebaiknya juga memerhatikan kebutuhan masing-masing.

Ahli gizi klinik RS Pondok Indah, dr Lanny Ch Salim, MS, SpGK, membenarkan hal tersebut. Selain setiap orang punya kapasitas yang berbeda, efek yang ditimbulkan juga berlainan. Dalam istilah kedokteran, ini disebut individual effect.“Kalau saya sakit lambung, sedangkan kamu tidak, porsi yang dibutuhkan pasti berbeda, meskipun kondisinya sama seperti sedang flu yang butuh banyak asupan vitamin C,” ujarnya.

Banyaknya vitamin C yang dijual di pasaran dengan kandungan 1.000 miligram atau lebih justru tidak baik untuk tubuh, terutama lambung. Terlalu banyak vitamin C dapat menimbulkan rasa perih pada lambung.

“Sebanyak 200 sampai 500 miligram sebenarnya sudah oke dan disarankan sebaiknya mengkonsumsi vitamin C langsung dari sumbernya, seperti buah jeruk,” katanya.

Dua jeruk setiap hari sebenarnya sudah memenuhi kebutuhan vitamin C tubuh. “Kalau tubuh tidak membutuhkan vitamin C dosis tinggi, sebaiknya jangan mengonsumsi dosis sebanyak itu,” lanjutnya.

Ia juga mengatakan, asupan vitamin C tidak harus dari tablet. Kebanyakan orang lebih memilih vitamin C tablet karena dianggap lebih efektif. Namun faktanya, jenis tablet memiliki pengaruh lebih jelek dibanding vitamin C dari buah yang terserap saat proses pencernaan.

“Kalau buah kan dicerna oleh tubuh kita, diolah oleh enzim-enzim, sedangkan tablet prosesnya langsung,